Kamis, 14 Februari 2008

KEKUATAN CINTA

Kereta waktu terus saja melaju. Tak kenal lelah. Tak pernah henti. Pun ketika bumi berhenti berevolusi nanati, ia justru akan melaju dalam perjalanan sejatinya. Dan kita manusia adalah penumpangnya. Lebih dari belasan tahun diatasnya, tak satupun dari kita yang tau kapan akan sampai. Namun satu hal yang pasti , yang kita harus yakini dengan keyakinan yang utuh, bahwa saat itu kan tiba meski entah dengan cara bagaimana masing-masing kita akan turun dari kereta ini, lalu naik ke kereta waktu berikutnya.

Lalu tanyakan pada diri, belasan atau bahkan puluhan tahun dalam perjalanan, apa saja yang telah kita lakukan selama itu?

Fase demi fase kehidupan beganti. Lembaran catatan zaman terpenuhi oleh banyak kata, warna dan rasa. Hingga bumi seperti sulit mencerna warna dan rasa yang beragam.
Setetes mani disusul pahit yang sangat , segores warna cerah diselimuti kepulan hitam yang kelam. Banyak peristiwa tak biasa seolah menjadi hal wajar di tengah kita. Bencana demi bencana pun terjadi bagai ombak yang saling susul.

Dan sekali tanyakan pada diri, sanggupkah kita menjadi penonton budiman pada episode keterpurukan zaman di hadapan kita? tidakkah kita lelah menyaksikan rentetan peluru kehancuran memporak-porandakan bangunan negeri ini? Tidak boleh ada jawab selain tidak. Karena pasti masih ada nurani dalam jiwa setiap kita. Kita harus bangkit, zaman membutuhkan kita yang tampil dengan kekuatan. Kekuatan yang mampu membendung peluru-peluru kehancuran. Mampu menyusun kembali peradaban-peradaban yang terberai.
Yakinlah bahwa kekuatan itu sesungguhnya ada pada setiap kita. Kita yang merasa ada di zaman ini, kita yang merasa bagian dari keterpurukan zaman yang terjadi.
Pada diri kita sesungguhnya ada kekuatan yang mampu memupus keangkuhan diri, mampu merobek keringkihan jiwa dan bisa membakar onggokan keserakahan pada dunia yang menyebabkan porak-porandanya peradaban.

Ialah kekuatan cinta. Kekuatan yang akan menorehkan warna cerah bagi dunia. Menumbuhkan rasa kepedulian pada sesama dan semangat perbaikan yang akan mengokohkan bangunan solidaritas kemanusiaan yang selama ini mulai lapuk, lalu berjama’ah membangun kembali peradaban dan menyusun puzzle-puzzle keindahan yang terberai.
Namun cinta disini adalah cinta hakiki. Cinta yang akan melahiran kebeningan pandangan, keindahan bahasa serta ketulusan laku. Cinta yang mampu menghidupkan bashiroh (pandangan hati) seorang insane. Ialah cinta dari sang maha pencinta. Rabb, penggenggam setiap jiwa. Namun cinta ini hanya akan tercurah bagi kita yang “mau” menjadikan Dia sebagai pelabuhan cinta. Kita yang “mau”, bukan yang mampu. Karena kita tak akan pernah mampu menggenggam hati kita untuk membawanya ke hadapan Allah. Kita hanyalah insan, makhluk ciptaan-Nya. Hanya Dia yang mampu membolak-balikkan hati ini untuk diarahkan kearah mana kita menuju. Apakah “mau” kita tertuju pada-Nya pemilik dunia dan akhirat, ataukah hanya pada sesuatu yang dimiliki-Nya, dunia?
Sedangkan “mau” disini bukan hanya keinginan sesaat. Tapi “mau” yang dimaksud adalah keinginan yang sungguh sehingga dengan segenap jiwa akan berusaha mewujudkan ingin itu, lalu melawan pesona duni bersama keserakahan dan kebengisan di dalamnya yang serta merta melahirkan kerusakan demi kerusakan di bumi ini.

Ini adalah sebuah pilihan. Pilihan yang menuntut ketegasan hati. Memaksa kita untuk menyngkirkan ranting-ranting keraguan lalu membunuh kemalasan serta kemnajaan diri dalam menyerap warna-warna kehidupan yang hadir di hadapan kita.
Bukalah lembaran sejarah para pendahulu kita dalam sepisode kisah cintanya.
Julius Caesar melabuhkan cintanya pada wanita semata. Qarun pada harta, dan Hitler pada kekuasaan. Namun kisah mereka berakhir kehancuran. Sebabny adalah karena mereka melabuhkan kisah cintanya hanya pada sesuatu yang dimiliki oleh sang pemilik cinta.
Padahal kekuatan cinta yang sesungguhnya hanya akan terpancar dikala cinta itu dilabuhkan pada sumber cinta yang Maha Tinggi. Allah ‘azza wa jalla. Karena dari-Nya akan tubuh benih-benih cinta yang lain, sehingga cinta itu akan terungkap dal sikap kesehariannya.
Rasulullah saw telah membuktikannya, dengan cinta yang ia labuhkan sepenuhnya pada sang Rabbi, mampu merubah kejahiliahan dan keterpurukan moral diseluruh Jazirah Arab yang saat itu sangat tak terkendai, menjadi ketentraman yang terstruktur dan terkendali. Itulah kekuatan cinta.

Dengan kekuatan itu juga hati seorang Umar bin Khattab, yang dikenal bingar dan temperamental bisa tersentuh lalu berubah menjadi pemimpin negara yang bijak dengan keadilan dan kasih sayang yang sangat terhadap rakyatnya.
Demikian pula Bilal bin rabbah, seorang budak yang selalu tertindas. Meskipun oleh orang kafir beliau dilentangkan ditengah padang pasir yang terik, lalu di himpit pula dengan batu besar demi untuk mengalihkan cintanya kepada berhala, ia tak gentar sedikitpun. Kekuatan cinta yang lahir dari jiwanya mengokohkan akar tauhid sekokoh gunung uhud.

Begitulah buah dari kekuatan cinta hakiki, tak terbendung. Ia mengalirkan kelembutan dalam jiwa yang kekar, memancarkan cahaya di hati yang bening, lalu melahirkan pribadi yang punya komitmen dan keberanian untuk melakukan perbaikan.
Inilah yang kita butuhkan hari ini. Kekutan yang mengaliri setiap diri. Lalu dengan itu kita akan mampu menghijrahkan diri dari seorang yang terbiasa manja dalam kemalasan, menuju diri yang mau berjuang. Mengukir karya kepahlawanan dalam bentuk sikap dan laku yang membawa manfaat bagi diri dan orang lain. Kekuatan ini pun mampu mengikis keserakahan dalam diri seorang koruptor, kebakhilan di hati seorang jutawan dan seluruh keringkihan yang bersarang dalam jiwa-jiwa yang kerdil.

Maka segeralah beranjak, raih kekuatan itu. Raih cinta dari Maha Pencinta. Rasakan keindahan berbicara dengan-Nya ketika sholat. Bangun harapan dengan doa-doa yang panjang. Telaahlah tipa perkataan-Nya yang telah dihimpun dalam Al-qur’an. Kita akan rasakan kekuatani tu. Kekuatan cinta dari Allah ‘azza wajalla.
Wallahu a’lam bishsshawab.

Kamis, 27 Desember 2007

Syukur...lebih dari sekedar ucapan..

Bersyukur adalah hal paling menyenangkan dalam hidupku. Rasa, dimana tidak ada yang lebih membuatku merasa lebih baik selainnya. Rasa yang paling aku harapkan mengisi setiap celah ruang qolbuku.
Disuatu pagi, ponselku berbunyi, kuterima sebuah massage dari seorang saudariku kalimat taujih yang sederhana :

“Asw. Orang-orang yang paling bahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik dalam hidupnya, tapi mereka selalu berusaha menjadikan setiap hal yang hadir dalam hidupnya menjadi yang terbaik. Wslm.”

Sebuah kalimat sederhana, tapi bagiku begitu menyentuh ruang qalbu terdalam-ku saat itu. Allah memang Maha tau apa yang paling dibutuhkan hamba-Nya tepat pada waktunya.
Subhanallah, aku benar-benar merasakan nikmat sebagai seorang mukmin. Yang dengannya Allah melimpahkan nikmat berukhuwah, saling mencintai, berbagi dan memberi karena-Nya. Hampir setiap hari aku menerima kalimat taujih dari saudari-saudariku yang aku cintai karena-Nya. Dan itulah salah satu nikmat yang membuatku merasakan syukur itu.
Mungkin bukan suatu hal yang luar biasa. Sms taujih, hanya beberapa patah kata, hanya butuh satu, dua atau tiga layar, hanya Rp.99- Rp.350. terlepas dari’segala hanya’ yang dikorbankan untuk mengirim kalimat taujih itu. Tapi, kini aku baru benar-benar merasakan syukur dan nikmat luar biasa dari kalimat-kalimat yang mungkin selama ini aku anggap biasa saja. Yang jarang sekali aku balas. Yang hanya aku baca, lalu entah sampai kapan tersimpan dalam inbox ponselku.
Tapi aku baru sadar bahwa ternyata kalimat-kalimat itu telah memberi kekuatan besar pada tiap hari-hariku. Betapa kaliamat itu bertindak sebagai motivator bagi jiwaku hampir di setiap aku mengawali hari-hariku. Maka karenanya aku bersyukur. Jazakumullah khairan katsiran kepada ikhwatifillah yang senang mamberi tanpa meminta.

Saudaraku, ini hanya cerita kecil dari ku yang terlalu sederhana, sekali lagi, mungkin tidak ada yang istimewa. Tapi aku yakin bahwa kita semua sepakat bahwa bagi seorang mukmin, semua dalam hidup ini tidak ada yang sia-sia. Ilmu, kebaikan, hikmah tak pernah dinilai dari besar kecilnya. Sesuatu yang baik tetap akan bernilai baik tanpa dihitung berapa besar kadar baiknya. Demikian juga ilmu, tak pernah dinilai besar kecilnya kualitas ilmu itu, ketika ia berguna untuk kebaikan dan pengetahuan ia akan tergolong sebagai ilmu yang memberi manfaat.
Jadi kita semua harus terbiasa untuk tidak mengabaikan hal-hal baik meskipun kecil dan sederhana. Karena Allah maha teliti dalam menilai tiap detik yang kita lalui. Rasulullah pun menganjurkan kita untuk melakukan suatu pekerjaan dari yang paling mudah. Wallahu a’lam, bisa saja dari kebaikan-kebaikan kecil yang kita lakukan, Allah akan menyampaikan kita ke jannah-Nya. Dimana dengan itu Allah mengijinkan kita untuk melihat wajah-Nya.

“Ukhtiy..kenikmatan cinta karena Allah yang kita rasakan didunia adalah untuk memberikan gambaran setetes rasa nikmat yang disediakan Allah di syurga. Jika bercinta karena Allah itu nikmat, mak asyurga jauh lebih nikmat dari itu semua. Nikmat cinta disyurga tak bisa dibayangkan. Yang paling nikmat adalah cinta yang diberikan Allah kepada penghuni syurga, saat Allah memperlihatkan wajah-Nya. Dan tidak semua penghuni syurga berhak menikmati indahnya wajah Allah. Untuk mencapai nikmat cinta itu, Allah menurunkan petunjuk-Nya yaiut Al-Qur’an dan Sunnah. Yang konsiusten mengikuti petunjuk itulah yang berhak memperoleh segala cinat di Syurga…(ibnu Qoyyim). Selamat bermujahadah wahai pendamba cinta sejati..

(ini adalah untaian sms taujih dari seorang ukhtiy yang begitu spesial bagiku. Syukran jazilan)

Fastabiqul khairat.

Kamis, 25 Oktober 2007

Taujih Itu Indah

" maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. dan sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan."

Selasa, 09 Oktober 2007

Menyongsong Fajar Kemenangan

Ramadhan sudah sampai di penghujungnya. dan disini detik-detik terasa semakin bercahaya. Mentari terasa sinarnya semakin lembut. Semoga indahnya penghujung ramadhan ini membawa limpahan ampunan dari Rabb yang Maha Indah, kepada jiwa2 yang merindukan ampunan itu.

seiring perpisahan dengan ramadhan ini, fajar kemenangan pun menyambut jiwa2 yang fitri, yang bercahaya, bersahaja dan penuh kharisma. diri2 yang berhasil melalui fase kepompong lalu keluar bagai kupu2 yang indah setelah selesai bermetamorfosa dari dosa-dosanya. subhanallah walhamdulillah walailaahaillallah Allahu akbar!!!

Selamat datang wahai jiwa2 yang menang. raih fajar kemenangan dengan qolbu yang bening, bercahaya dan berenergi untuk melanjutkan perjuangan menuju-Nya.

Minal aidin wal faizdin. to all saudara muslim-muslimah sedunia, mohon maaf lahir batin, semoga Allah yang Maha Mulia mengumpulkan qt kelak di syurga-Nya. amiin.

Jumat, 07 September 2007

Ahlan wa sahlan ya Ramadhan

Ramdhan bulan suci penuh cahaya. Bertaburan rahmat dan rizki serta ampunan. Bulan ini adalah anugerah Rabb semesta alam, Allah azza wa jalla, kepada hamba2 yang mengenal dan takut pada-Nya.

Karena hamba yang tidak mengenalnya tidak akan merasakan cahaya bersama ramadhan, karena hamba yang tidak takut pada-Nya tidak akan pernah merasakan keutamaan apapun dari apa yang Dia berikan. Sungguh menyayangkan sekali. Jika kita termasuk kedalam hamba2 yang tidak kenal pada-Nya dan tidak takut pada-Nya itu. Na’udzubillah.

Sedangkan hamba2 yang mengenal rabbnya dan takut pada-Nya, akan merasakan keindahan luar biasa, karena pun sebelum ramadhan ini datang ia telah mempersiapkan diri jauh2 hari. Melatih diri untuk shaum agar kelak ketika shaum ramadhan fisik dan jiwanya tidak lagi harus memulai adaptasi dalam melakukan shaum dan insya Allah akan lebih mudah dalam memaknai hakikat shaum itu sendiri dengan nilai ruhiyah dan ibadah pada-Nya.

Ia pun mempersiapkan diri dengan lebih memperbanyak bangun malam untuk melakukan qiyamul lail. Karena untuk meraih kekhusyu’an dan kaindahan qiyamul lail itu butuh proses, semakin sering seseorang melakukan qiyamul lail, insya Allah akan semakin dekat ia kepada khusyu’. Ini suatu hal yang lumrah, karena sholat malam adalah sholat pada saat diri kita sewajarnya beristrahat dari aktivitas di siang hari, saatnya diri kita untuk melepas lelah dan menyisakan beberapa bagian dari waktu untuk melupakan masalah2 kita. Namun inilah keistimewaan hamba2 yang mengenal rabbnya. Ia menggunakan sebagian dari waktu itu untuk menghadap rabbnya. Untuk berbicara, mengadu dan meminta. Karean ia sadar bahwa ia butuh untuk bertemu dengan pemilik dirinya dan pemilik serta penguasa seluruh alam ini, tempatnya berlabuh dan berjuang. Ia pun sadar bahwa tak ada yang lebih baik dari itu.

Jadi wajar sekali bahwa cukup sulit untuk meraih kekhusyu’an yang akan membawa ketenangan diri lahir bathin itu. Karena kita juga harus berjuang melawan kantuk dan godaan syaitan. Itulah gunanya semakin memperbanyak qiyamul lail menjelang ramadhan, agar insyaAllah ketika ramadhan jangan sampai kita terlewat satu malampun dari qiyamul lail. Karena di bulan ramadhan Allah yang maha Mulia juga akan menurunkan satu malam yang penuh keberkahan, satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Dan Allah hanya akan memberikan keberkahan dan keindahan malam itu pada hamba-Nya yang selalu menikmati malam dengan melakukan qiyamul lail.

Persiapan lainnya adalah menyiapkan materi untuk diinfakkan. Dalam suatu sirah disebutkan bahawa rasulullah orang yang paling dermawandalam kesehariannya. Namun demikian, ketika ramadhan rasulullah jauh lebih dermawan lagi. Semoga hal ini dapat memicu kita untuk lebih banyak mengeluarkan rizki yang Allah titipkan pada kita untuk diinfakkan dan disedekahkan kepada saudara2 kita yang membutuhkannya. Maka berhematlah untuk tidak menghabiskan uang kita kepada hal2 yang tidak perlu. Banyak2lah bersedekah dan lebih banyak lagi ketika ramadhan. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan ampunan yang besar itu bagi kita. Agar kewlakk selepas ramadhan, Allah menyucikan kita dari dosa dan Allah yang Maha pemurah melimpahkan cahaya-Nya yang indah bagi diri kita, hingga kita menjadi hamba yang lebih dekat pada-Nya dan kita menjadi diri yang lebih matang dan siap dalam menjalankan tugas kekahlifahan dimuka bumi ini hingga tiba saat akhir hayat kita dan kelak kita bertemu kepada-Nya dengan memwbawa perbekalan yang cukup sehigga Dia memasukkan kita kedalam jannah-Nya yang penuh keindahan tiada banding. Amiin ya arhamarrahimiin.

Senin, 03 September 2007

IHSD

IHSD, apaan sich???
IHSD adalah singkatan dari International Hijab Solidarity Day. Yap, hari solidaritas jilbab international, gitu deh kurang lebih. Mungkin masih banyak diantar kita yang masih asing dengan kata ini. makanya disini ana ungkapkan. IHSD di tahun ini bertepatan dengan hari ini, selasa 4 september 2007. Karena memang IHSD diperingati pada tanggal 4 september.

Temen2 mau tau apa yang melatarbelakangi IHSD itu sendiri?
IHSD ini dilatarbelakangi oleh adanya keputusan pemerintah London yang melarang mahasiswa untuk memakai simbol-simbol keagamaan, sehingga banyak warga muslim yang memprotes keputusan ini. hal; ini tentu aja menyulitkan muslimah untuk menutup aurat secara sempurna. Karena itu, pada tanggal 4 september 2004 diadakanlah konferensi London yang dihadiri oleh Syeikh Yusuf Al Qardawi, Prof Tariq R. dan juga 300 delegasi dari 102 organisasi Inggris International, ynag kemudian menghasilkan keputusan :
1. Menetapkan dukungan terhadap penggunaan jilbab
2. Penetapan tanggal 4 september sebagai hari solidaritas jilbab internasional (IHSD)
3. Rencana aksi untuk tetap membela hak muslimah untuk mempertahankan busana takwa mereka.

So, gitu deh sedikit tentang IHSD. Nah mulai sekarang, terkhusus temen2 muslimah jangan sampai ada yang nggak tau lagi apa itu IHSD ya..
Sedikit cerita nich. Hari ini, qita dari saudari2 muslimah se-unand mengadakan aksi peringatan IHSD di sekitar kampus unand juga. aksinya tuh bagi2 bunga+leaflet about IHSD ke seluruh cewek2 di unand dan sekitarnya. Tapi gak ada spesialisasinya lho, mulai dari temen2 mahasiswa, penjaga toko, ibu2 penjual lotek, pejaga fotocopy, semuanya deh. Itu sih targetan qita, tapi subhanallah, ternyata gak cuma itu aja yang antusias sama aksi ini, eh bapak2 yang lagi lewat, dari mahasiswa, supir angkot, tukang ojek sampe pak polisi yang lagi ngatur lalu lintas juga minta dibagiin. Ya udah deh kan gak pa2 juga mereka tau. Jadinya, yah cukup merata lah.

Wallahu a'lam, ana bersyukur sekali bisa melakukan ini. Hari gini, diantara kita mesti ada yang ingat dan tetap berjuang untuk mempertahankan eksistensi kita sebagai seorang muslimah. Sosok yang seakan-akan termarginalkan oleh 'kemajuan' zaman kini. Bahkan muslimah itu sendiri pun banyak yang telah melupakan keberadaan dirinya sebagai seorang muslimah. Muslimah umumnya semakin enggan menjalankan perannya, jangankan untuk menjalankan peran dan kewajibannya, dari segi tampilan luar saja berat sekali. Ironis. Ini salah siapa? wallahu a'lam. Namun yang terpenting saat ini adalah, bagaimana untuk mengembalikan kondisi ini ke keondisi muslimah semula. Bahwa muslimah adalah keindahan yang tak ternilaI...

Muslimah itu Anugrah


Ia lembut tapi tidak lemah

Mempesona tapi tetap bersahaja

Ia mengerti bagaimana menjaga akhlak dan kemuliaannya

Itulah yang membuatnya istimewa

Barakallahu for Moeslimah...

Senin, 13 Agustus 2007

Hadist..

Jauhilah kamu makan dan minum yang berlebih-lebihan, karena yang demikian dapat merusak kesehatan tubuh, menimbulkan penyakit dan memberi kemalasan ketika akan shalat. Dan hendaklah bagimu bersikap sedang karena yang demikian akan membawa kebaikan kepada tubuh, dan menjauhkan diri dari sikap berlebih-lebihan ( HR. Bukhari )

Menguap itu dari syaitan, maka jika seseorang diantaramu menguap, lalu tutuplah mulutmu sekuasamu. Sesungguhnya seorang diantaramu jika menguap dengan suara “Ha” akan tertawalah syaitan dari hal itu ( HR. Bukhari-Muslim )

Ucapkanlah BISMILLAH, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah yang di dekatmu ( HR.Bukhari-Muslim )

Janganlah seorang diantaramu minum dalam keadaan berdiri, maka barang siapa yang karena lupa maka usahakanlah muntah ( HR. Muslim )

Dari Abu Hurairah ra, mengatakan :” Rasulullah saw tidak pernah mencela makanan, jika beliau menyukai lalu dimakannya, dan jika tidak menyukai lalu ditinggalkannya “ ( HR. Bukhari-Muslim )

Sesungguhnya Allah akan rela terahadap hamba (manusia) yang makan makanan lalu memujinya (membaca ALHAMDULILLAH) sesudahnya, atau minum lalu memujiNya sesudahnya (HR. Muslim)

Aku (Nabi) tidak makan sambil berdiri (HR.Bukhari)

Janganlah seorang diantaramu makan dengan tangan kiri. Dan janganlah minum dengan tangan kiri. Maka sesungguhnya setan makan dan minum dengan tangan kirinya (HR. Muslim)

Kamis, 02 Agustus 2007

About Magang

Waktu memang tak kenal henti dalam berjalan. Ia terus berputar dan terus saja berputar. Buktinya saja yang sedang ana rasakan saat ini. Gak terasa aja, ternyata sampai juga ana di hari terakhir magang. Terlalui juga satu bulan penuh makna, bagi ana. Mungkin bagi orang lain sih biasa aja. Tapi ya...kan ana yang jalani prosesnya, jadi ya Allah dan ana yang tau, betul kan? Di tempat ana magang, Dinas Perkebunan Sumbar banyak sekali terdapat pembelajaran, meskipun itu dari hal2 yang kecil sebenarnya. tapi ana bersyukur, karena bisa mengambil banyak hikmah dari mutiara yang tercecer seperti yang Rasulullah katakan.

Wallahu a'lam, memang Allah yang maha tau. Ana yang dari awal terbilang anti dengan instansi pemerintah, ternyata mesti magang di sebuah dinas pemerintah. ana distu berdua aja sama Lely. Awalnya sih bingung abis, bahkan ana sempat kecewa di hari2 pertama. Soalnya sebelumnya yang qt bayangkan sih disbun itu tugasnya analisis data seluruh hasil perkebunan di Sumbar, jadi ana fikir bakalan bisa aplikasi statistik disana, kayak anreg tw statnopa dengan spss. Eh.. ternyata disbun itu hanya sebatas pengumpulannya dan pengklasifikasiannya aja yang pake exel (tapi ternyata itu juga berat lho). So, sempat lah terlintas 'trus ana mo ngapain disini?'.

Akhirnya ya udahlah, jalanin aja. Toh udah terlanjur masuk. hari pertama, kedua sampai ketiga masih kaku banget, diem2 kalo gak terlalu penting, solanya kalo terlalu banyak tanya sama pegawainya takut ganggu orang kerja. Tapi ana yakinkan lagi, ini lahan dakwah, ini instansi pemerintah. Lahan yang mesti segera dikondisikan. So, segala sesuatunya mesti ada target dengan tujuan yang jelas itu. Akhirnya alhamdulillah Allah mengkondisikan aja semuanya. kami sih disitu emang bukan ngolah data, tapi minimal bisa mempelajari data2 perkebunan yang ada. Terus mulai deh ikut entri data. Dan karena pegawai disana banyak yang gak terlalu faham lebih jauh exel (bukan berarti sok faham), kalo urusan pengetikan sering kita yang bantuin. minggu kedua, ketiga dan seterusnya terasa aja rasa memiliki divisi program itu (ana ditempatkan di bagian program). ya serasa ajka jadi pegawai disbun.

Soalnya alhamdulillah juga semua pegawai disitu welcome banget sama qt, So, dari kondisi yang kayak gitu yach...qt hanya coba masuk lewat perbuatan, perkataan dan tingkah laku sehari..hari aja. Subhanallah disana itu benar2 terasa kayak keluarga. Banyak sekali pembelajaran yang ana peroleh, dari sikap, kepedulian, perbedaan karakter, kejujuran nurani, komitmen dan kerja keras. Plus minus pasti ada. Ana gak bilang semua yang terlihat disitu baik. Banyak juga hal2 yang mestinya menjadi PR qt disitu. Ntar deh dilain kesempatan ana coba bahas dari sudut pandang lain. Intinya ana bersyukur pada Rabb yang Maha tau segala sesuatu tentang langit, bumi dan segala isinya. Mudah2an ALLAH meridhoi waktu sebulan yang tealh ana lewati disana. agar ini menjadi bagian dari bekal menuju Kesuksesan ADDUNIA WAL AKHIRAT.Amin ya arhamarrahimin.

Senin, 30 Juli 2007

Sebuah harapan untuk Muslimah

muslimah adalah cahaya, yang akan memeberi pelita bagi dunia....seharusnya. Namun ironisnya banyak muslimah yang belum menyadariakan potensi dirinya dan perannya yang sesungguhnya...

Sabtu, 28 Juli 2007

Belajar Dari Ibrahim

Hidup ini adalah Perjuangan yang akan terus berjalan, terus berjalan hingga sang pemilik hidup ini memutusnya. Maka setiap pejuang pasti butuh kekeuatan, butuh senjata, butuh energi yang terbanyak. Lalu aapakah bekal yang kita butuhkan itu? ialah cahaya Allah yang maha tinggi..

ahlan wa sahlan

assalamu'alaikum wr. wb.
saudaraku, ahlan wa sahlan in my writing
ana mengajak antum wa antunna semua untuk bersama sama membangun peradaban dengan dien ini. mari berkarya, ayo bergerak dan kerahkan seluruh energi jiwamu untuk mengejar cahaya...

My Profile

yhana
padang, Indonesia
ana...belajar, bekerja, berkarya, muhasabah, berharap, berdoa, semuanya terhadap Allah, agama dan Rasul-Nya..
Lihat profil lengkapku